Medan, 22 November 2013
Hari ini dimulai melalak keliling Sumatera Utara selama 48
jam pun dimulai. Kita berancana berangkat pukul 08.00 start point di rumah ku. Memang kawan-kawan ini ngerti aja kalo awak anak gadis tong tong, kalau
mau pergi kemana-mana harus jelas, sama siapa dan kemana, alhasil full tim
menjemput saya. Heheheh Thanx to Om Raja, Om Haris, Om Jess (Upsss Anto deng),
Om Yovi dan soulmate nya Tante Rini. 6 orang siap berangkaaattttt….
Rencana jam 20.00 pun
berubah menjadi kurang lebih pukul 21.an. Bismillahirahmanirrahim Tim Melalak
X-Prole Sumut pun bergerak. Jalan yang pilih adalah memalui jalan Berastagi.
Awalnya semangat masih cas plong sepanjang jalan masih pada nyanyi ngikutin
suara musik yang sengaja di stel kenceng-kenceng (Biar jadi pusat perhatian
kata Om Raja)
Selesai belanja – belanja kami lanjutkan perjalanan, masih
dengan suasana rame dan ga berhenti-berhentinya nyanyi – nyayi sekalian
ngilangin stress bekerja juga sihh. Perjalanan dimulai via jalan Berastagi.
Pemberhentian pertama adalah Penatapan… Ga sah dan meyakinkan rasanya kalo udah
sampe penatapan ga minum teh panas dan Indomie Rebus pake telur. Awalnya sih
aku ga minat makan karena dari rumah lambung ku udah diisi penuh buat persiapan
jalan biar ga masuk angin, tapi mie pesanan si Haris ini buat awak ngiler.
Selagi makan blom dosa ikut pesan juga ahhhh. Hehehehhe Slrupppp… nyam nyam
nyam nyammm Enyakkk… enyak enyakkkk
Tiba - tiba Awaasssssssssssssss……….. !!!!!!!!!!!!!!!
Aku terbangun oleh teriakan entah siapa yang teriak. Entah
diamana, yang berada di dalam mobil panic, aku masih belum tau apa yang sedang
terjadi. Mobil berhenti di pinggir jalan. “ Dikubur aja, jangan di tinggal gitu
aja” salah satu dari kami mengeluarkan suara. Aku sadari kami menabrak sesuatu yang akhirnya aku tau adalah seekor kucing. Semua turun dari mobil termasuk aku, kucing
yang kami tabrak berwarna putih masih tergelatak di pinggir jalan. Kucingnya
cantik sepertinya lagi hamil, kami mengangkatnya ke pinggir jalan, menggalikan
lubang dan menutupnya kembali. Suasana hari kami pasti sama-sama ga enak.
Karena ada mitos yang bilang kalau sudah menabrak kucing perjalanan tidak akan
baik. Wushhhh Bismillahirahmanirrahin semoga baik –baik aja.
Kami menepuh jalan melewati Kabanjahe – sampai di dairi
rekan- rekan smepat photo di air terjun kecil dipingir jalan. Malam tapi
semnagat mereka ga abis-abis. Aku masih lemas dan ga minat buat turun dari
posisi empuk ku saat ini. Sepanjang malam aku tidak keluar dari tempat duduk
ku. Sementara temen-teman yang lain mengambil moment untuk berfoto. Sorry ya
temans lagi ga nyaman suasananya
Bung Anto yang duduk dibelakang uwek uwek mendahului ku.
Mungkin karena posisinya di belakang agak terguncang perutnya… Sabar ya Om
Antoo… Sabar ya Omm. Ane lanjut pejamkan mata lagi yaa
Entah dimana tapi masih di Sumut Sabtu, 23 November 2013
Subuh Pagi...
Setelah suasana kembali normal, apalagi kalo ga foto – foto, kali ini aku ga mau ketinggalan foto-foto setelah tadi malam teller di dalam mobil. Waktu nya eksis yooo… Segala macam pose pun dibadikan. Sepertinya perjalanan akan semakin seru nihh. Setelah foto-foto yukksss capsusss lagi brooowwww
Tujuan pertama kami adalah Makam Mahligai di Barus. Konon
kabarnya makam ini adalah makan syeh – syeh penyebar agama Islam di Pulau
Sumatera sekitar700 tahun yang lalu. Sebelum sampai disana kami perlu
mengistirahatkan badan kami. Agak senam-senam dikit, meluruskan pinggang. Kami
memilih untuk berhenti di warung pinggir jalan. Aku ga tau persis dimana daerahnya.
Aneh pada ga ada yang pesan makanan semua pada pesan teh, aku memilih minuman
favorit ku. Teh pait ato kalo di Jawa bilangnya teh tawar, membantu sekali
menghangatkan tubuhku. Hmmm sepertinya masih ada yang mau loncat keluar dari
perut ini. Oke aku keluarkan dulu… Uwekkk – uwek Tahap 2 pun terjadi. Ahhh setelah uwek – uwek
benar-benar lega rasanya
Selesai ziarah kubur… Koq perut ku bunyi-bunyi yaaa… Kami
belum makan… Akhirnya semua mengeluarkan perbekalan yang dibeli tadi malam.
Lumayanlah roti ini bisa mengganjal perut ku yang minimalis ini. Tujuan kami
selanjutnya adalah Pantai di Barus… kalo ga salah namanya pantai Kade Tigo.
Sembari mengunyah memaksimalkan kerja lambung kami menuju pantai. Tidak semulus
yang dibayangkan juga perjalanan, untuk kesana kami juga harus bertanya ke
beberapa orang, untuk pemandangan yang indah, usaha sedikit akan mengasilkan
kepuasan yang luar biasa.
Akhirnya kami sampai kepantai Kade Tigo… Ini pantai kereen
abis… Natural… Subhanallah… Berhenti di warung tentunya untuk mengisi lambung
dan mandi (kalau ada tempatnya) ada penjual ikan disini, kami beli ikan yang
memang keliatannya segar-segar dan minta pemilik warung untuk membakarnya.
Sembari ikan masih dipanggang aku dan anggota ‘melalak’ lainnya mengambil
moment foto-foto. Wangi ikan bakar
terpaksa menghentikan kami berpose. Ngisi lambung dulu kita kawaann… Ini yang
makan doyan ato kelaperan yaa ? Lahap bener makannya. Alhamdulillah kenyang.
Selanjutnya mari kita mandi. Aku melirik tulisan “KAMAR MANDI UMUM” lumayanlah
buat menyegarkan diri. Kemon kita mandi Rin… Perlu perjuangan untuk mandi, ala
‘coboy’ karena berbeda dengan kamar mandi dirumah, harus punya trik cara
mandi yang baik (cukup aku dan Rini lah yang tau caranya. Heheheh) tapi setelah
mandi badan segar fikiran pun lebih fresh.
Makan sudah, Mandi Sudah, Kostumn juga udah ganti, waktu nya
mengucapkan syukur dan menyembah Nya, sekalian jama’ ashar. Setelah itu…..
Berpose lagi. Munpung disini dan pemandangannya sangat bagus Om Yovi dan Nyonya
(Rini.red) mengambil fhoto PreWed nya. Jeprettt Jeprettt dengan berbagai aksi
dan pose.
Perjalanan lanjut lagi, menuju Sibolga tergetnya adalah nyari sunset. Let’s drive again brow. Sepanjang jalan kita berada di pinggir pantai yang masih sangat asri. Dengan laut yang biru dan pohon kepala di pinggir pantai. Ada pulau kecil yang memanjang dari bibir pantai ke tengah laut. Hari ini matahari sangat terik. Air laut seperti memancarkan sinar Kristal yang luar bisa indahnya. Tak tahan rasanya kami hanya duduk diam dimobil dan berlalu tanpa mengabadikan keindahan alam ciptaan Allah SWT ini. Segera Sang pilot memutar ke arah kanan kemudinya dan memasuki kebun kelapa.
Kesempatan ini kami gunakan untuk bertanya dengan nelayan
harga kapal wisata untuk ke Pulau Murshala siapa tau kita bisa buka trip
kesana. Next destination Pandan – Tapanuli Tengah, dari Barus – Ke Pandan akan di tempuh sekitar
2 – 3 jam. Masih ada waktu buat bobo siang, hahahahha.
Sepertinya perut kami mulai lapar lagi. Rencananya mau makan
mie gomak khas sibolga – tapteng tapi begitu sampai di warungnya ternyata semua
sold out alias abis. Kami berubah haluan menuju warung yang lain. Ada warung bakso
dan kroni-kroninya menjadi tempat pilihan kami untuk makan, lumayan lah ganjel
perut yang minimalis ini. Menikmati makanan sejenak sekaligus mengistirahatkan
badan dan bercerita kecil tentang seharian yang telah kami jalani sungguh
menyenangkan.
Pandan, Minggu, 24 November 2013
Alarem Subuh membangunkan ku. Bergegas aku untuk sholat subuh
dan persiapan untuk melanjutkan touring hari ini. Aku sudah rapi, segera ku
ambil telpon ku dan menelpon teman-teman dikamar mereka. Om Haris mengangkat
telpon. Aku meminta agar segera bersiap-siap karena kita harus segera berangkat
kalau mau malam nanti sampai Medan. Dan sudah
1 jam aku menunggu belum 1 pun dari mereka yang keluar dari kamar, sampai sang
recepcionist menggedorku karena sudah pagi dan seperti janjiku tadi malam harus
segera keluar dari kamar. Benar saja dugaanku setelah menutup telpon ku mereka
melanjutkan tidur lagi. Ku telpon kembali mereka. Setelah packing aku pun
menuju lobby hotel karena kontrakku sudah habis. Jam 8 mereka turun ke bawah. Tanpa
basa – basi kami langsung tancap gas kerumah Rini, menjemput nyonya Yovie.
Sungguh beruntung nasib kami, sampai dirumah Rini kami
disuguhi makanan pagi yang menurutku sangat cukup untuk mengenyangkan perut.
Setelah makan dan pamit kami pun segera berangkat. Rute yang kami tuju adalah
melalui Gunung Tua. Berarti kami
membutuhkan waktu 15 jam untuk sampai di Medan tanpa berhenti. Kami bergerak
pukul 09.30 dan masih akan singgah ke Candi Bahal. Paling tidak tengah malam
kami akan sampai di Medan.
Diperjalanan ada yang tidak kami lupakan. Oleh –oleh tentunya.
Ikan asin khas sibolga tidak kami tinggalkan. Membeli langsung dari
pengerajinnya. Melewati padangsidempuan tidak sah rasanya kalau tidak membeli
salak khas sidempuan. Asem – asem manis rasanya
Tengah hari kami singgah makan di warung sop yang aku rasa
uenakkk banget. Tempatnya sederhana, tapi rasanya tidak amis. Aku tidak memakan
daging sih tapi aku nyobain kuah nya. Enak sekali dan tanpa amis. Sebelum
menuju candi kami singgahi untuk tetap bersyukur. Mareee kita sholat. Menemukan
mesjid dengan peringat ke 2 terbersih di Sumatera Utara, benar-benar bersih
mesjidnya. Nyaman berada disini. Subhanallah
Lanjut Candi Bahal. Aku ga tau persis sejarahnya tapi yang
jelas ini tempat keren sekali. Nah Om Yovie dan Nyonya juga mengabadikan moment
ini dalam foto prewed mereka. Jeprat jepret pun beraksi. Ga sadar ternyata
waktu sudah sore, kami harus menyinggahi berberapa tempat lagi sebelum pulang.
Dan sepertinya 48 jam x-plore sumut harus menjadi 60 jam. Baiklah kami akan
jalani.
Benar saja, setelah mengurusi berberapa hal kami sampai di Gunung Tua Pukul 10.00 malam. Harus sampai besok pagi. Setelah makan waktunya pulang menuju Medan. Sepanjang perjalanan aku hanya tidur tapi tetap terjaga saat kami di stop oleh polisi. Tanpa harus mengeluarkan duit, kami dapat melanjtukan perjalanan.
Medan, 25 November 2013
Pukul 07.00 tepat tiba di rumah ku. Genaplah 60 jam x-plore
Sumut. Terima kasih teman.
1 comment:
Succes selalu buat kita semua :)
Post a Comment