Tuesday, May 21, 2013

BUMBU PECEL "PEANUT SALAD DRESSING" --- ‘’MAK JUNA”


Enak, gurih dan tahan lama tanpa bahan pengawet / Delicious, Tasty and durable without preservative 

Cara Penyajian / Way of Serve
Letakkan  Bumbu pecel kedalam mangkuk, kemudian tuangkan air panas secukupnya, dan lumatkan sampai bumbu pecal cair dengan kekentalan sesuai selera / Put the peanuts salad dressing into bowl, then pour enough hot water, crushed until the liquid with a viscosity as your wants

Komposisi /Ingredients
Kacang Tanah, Gula Merah, Asam Jawa, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Terasi, Gula, Garam, Kencur, Daun Jeruk / Peanuts, tamarind, chilies, onion, garlic, shrimp paste, sugar, salt, lime leaves

Bertahan 2 minggu diluar lemari es dan 4 bulan dalam lemari es / Persist beyond 2 weeks in the fridge and 4 months out of fridge
         
                                                      
Pemesanan / Order
0813 6233 7316/061-8200804/27A8782B
Email : sridhaz@yahoo.com
Under Management
CV. SUTAR PUTRA MANDIRI
Berat Bersih / Netto
@ 1 kg : Rp. 70.000,-
@ 500 gr: Rp. 37.500,-
@ 250 gr: Rp.20.000,-



Wednesday, April 17, 2013

Backpaker Kuala Lumpur – Singapore _Part 4_Nyasar di Kuala Lumpur


7 jam di kereta api dengan perut lapar, buat kami kalap. Sampai di Central KL kami langsung ke 7Eleven membeli roti, air mineral, dan makanan lain. Rasanya seperti semua makanan ini pengen dihabiskan saat itu juga. Tujuan kami setelah ini adalah Rumah Saudara Wiyah di daerah Sentul. Dari sini lah perjalanan dimulai dengan kesasar sasar tak tentun arah *Hadeeehhhh*

Pagi itu kami keluar stasiun dengan tampang kucel, di jalan ada penjual gorengan, ahhh ternyata kalap karena lapar kami belum abis juga kami beli jajanan lagi. Duduk di persimpangan jalan sambil memandangi orang – orang naik turun  bus dan hilir mudik didepan kami, belum ada niat buat beranjak dari tempat duduk kami. Tapi kegerahan buat kami harus beranjak, udah pengen kali rasanya badan ini disiram air yang segar dan segar. Kami mulai bingung kearah mana kami akan berjalan, dan naik bus apa ? kami berjalan keseberang dan bertanya pada seorang Ibu-ibu. Si Ibu-ibu juga kelihatan bingung dia bilang kalau jalan ke Sentul harus naik MRT dulu ke Pasar Seni. So berarti kami harus baik lagi naik MRT ? Kan naik bus bisa. Sudah lah kami memutuskan untuk naik bus ke Pasar Seni. Saat kami berjalan ibu tadi berbalik sepertinya khawatir kalau kami akan nyasar. Tapi percuma kami nggak ngerti si Ibu ngomong apa ? dengan bahasa Inggris pun ga ngerti. Apa karena kami yang sudah terlalu lelah.

Setelah mengangguk kami menuju halte dengan menyeberang jalan selama di halte sempat kami bertanya ke beberapa orang bagaimana menuju pasar seni. Lama menunggu akhirnya kami melihat ada tulisan di bus yang tujuan pasar seni, tanpa piker panjang aku dah Wiyah pun naik bus tersebut. Alhamdulillah bisa di bus. Bus berjalan terus, tapi daerah yang kami lewati sepertinya bukan ke arah pasar seni, aku dan wiyah mulai liat-liatan, apalagi di petunjuk jalan kami lihat arah yang kami tuju SYAH ALAM. Tuing apakah kami nyasar. Kami masih berfikir sementara bus terus melaju sepertinya ini sudah bukan Kuala Lumpur lagi. Wiyah bertanya kesalah satu penumpang dan benar saja. Bus yang kami naiki bus ke luar kota jauh meninggalkan Kuala Lumpur, Ibu yang Wiyah tanya  bilang berhentilah di helte berikutnya dan menyebrang kemudian, naik semua bus yang lewat karena semua nya menuju Kuala Lumpur. KAMI SAH NYASAR (Pantes ya koq ongkosnya 4 RM tadi padahal biasanya Cuma 1,2 RM) ternyata Pasar Seni itu sudah lewat. Hiks 

Kami pun turun di halte berikutnya, tidak mungkin kami menyebrang jalan karena sepertinya jalan ini adalah jalan lintas antar Kota, tidak ada kenderaan yang melaju pelan semua diatas 60 km/jam. Kalau saja di Indonesia mungkin kami akan nekat menyeberang tapi, kami tau ini bukan Negara kami. Jembatan penyeberangan disediakan dengan bentuk yang memutar-muat, berjalan saja rasanya kami tidak sanggup, tapi kami saling menguatkan, dengan sisa tenaga yang ada kami menyeberang dengan jembatan penyeberangan menuju halte di seberang jalan. Agak lama kami menunggu dan akhirnya lewat lah bus yang akan membawa kami balik, ongkosnya 3 RM / orang. Sampai diatas bus ternyata bus penuh, kami harus rela berdiri. Ya Allah kami harus kuat. Aku tau Wiyah sudah sangat kelelahan tapi aku ga boleh keliatan capek. Lama kami berdiri, sampai akhirnya beberapa penumpang turun dan kami mendapat tempat duduk.

Karena awalnya kami sudah nyasar, aku beranikan bertanya kepenumpang disebelah ku, Aku tanya apakah bus ini melewati pasar seni, dia bilang iya. Percakapan pun berlanjut ternyata dia adalah warga Negara Indonesia juga, kami satu bangsa, bedanya aku datang kemari buat jalan-jalan dan mengabiskan uang tetapi mereka kemari untuk mencari uang dan menjadi pahlawan devisa. Aku bercerita kisahku kenapa sampai naik bus ini, dan sepertinya dia khawatir kalau kami kesasar lagi, kemudian dia bilang bahwa kami akan turun di tempat yang sama. Alhamdulillah

Sampailah kami di Pasar seni, WIyah kehabisan pulsa, aku minta abang-abang disebelah kami untuk menunjukkan dimana tempat isi ulang pulsa, dan dengan baik hati dia mengantar kami malah membayar pulsa kami X_X Katanya sesame warga Indonesia harus saling bantu disini, Anggap aja bantuan dari saudara. Duhh jadi ga enak deh bg. Tapi Terima Kasih banyak

Si Abang tadi mengarahkan kami harus naik apa, bus A 01 menuju sentul, kami diarahkan menunggu di halte, setelah menganggap kami aman dia pun pamit untuk bekerja. Bus yang kami tunggu juga lama sekali lewatnya, aku sempat berbincang dengan Ibu-ibu yang ada disana, pertanyaan wajar yang dia tanyakan, dari mana, mau ngapain, kerja dimana dan lain sebagainya. Kami saling bertukar informasi tentang Indonesia dan Malaysia. Indah rasanya jika bisa bercerita tentang hasil tekstil bangsaku. Dan Si Ibu suka baju dan sepatu dari Bandung, Si Ibu juga ga kalah baik, dia juga memandu kami naik bus nomor berapa menuju sentul. Saat bus yang di tunggu datang, Si Ibu bertanya kepada pengemudi apakah benar  bus ini melewati jalan yang akan kami tuju. Kami berpisah saat bus yang membawa kami ke Jalan Sentul datang. Terima kasih Ibu atas bantuannya

Didalam bus aku benar-benar kelelahan begitu juga Wiyah, ada penumpang lain berbicara bahasa Jawa seketika aku takjub dan ga jadi ngantuk, aku memperhatikan percakapan mereka, ga sia-sia belakang nama ku ada lebel SUTOMO, hehehe Anak Jawa dunx. Upsss jadi jatuhnya nguping dehhh. Maaf. Aku bertanya kepada penumpang yang berbahasa Jawa tadi dimana kami akan turun, turunya bareng lagi. Alhamdulillah. Nikmat Tuhan Mu yang Mana Lagi yang Kau Dustakan. Allah Maha Baik

Begitu  turun dari bus aku dan Wiyah lansung menuju rumah saudara Wiyah. Dan menceritakan pengalaman kami. Hiks diketawain. Hheheheh. Sudah jam 12 siang ternyata saudara-saudara, setengah hari kami nyasar ternyata

Perjalanan kami masih ada, sisa hari ini akan kami habiskan di Kuala Lumpur. Hmmm sepupu Wiyah menawarkan anaknya untuk menjadi pemandu kami, Walaupun kecil dan masih kelas 5 ternyata anaknya yang paling besar hafal lohh naik bus dan MRT apa. Saluttt.

Sekarang tim kami ada 4 Aku, Wiyah, Anaknya sepupu Wiyah paling besar dan Adiknya. Tujuan pertama kami adalah cowket, mau belanja-belanja. Tahun lalu aku sudah pernah kesini, yang aku cari adalah bross jilbab handmade yang lucu, belinya itu harus 20 pcs. Setelah dari sini kami dibawa ke grosir makanan yang murah, Aku beli permen dan segala macam cucur, sementara Wiyah beli Milo dan sebagainya.

Dari sini kami akan ke bukit bintang nyari sepatu, heheheh sepatu Vinci titipan mamak ku. Cukup lama aku disini, dari 5 pesanan ku yang ada Cuma 2 yang seuai nomor nya dengan yang aku pesan, cukup kecewa sihh tapi tenyata ini adalah penghematan juga. Hehehehe.

Dari sini kami akan ke Menara Petronas, sekedar poto-poto lah. Aku janjian dengan TKI yang kalau di Medan adalah tetanggaku. Kami janjian di petronas. Sampai malam menjelang, aku dan adik-adik yang aku bawa pun sudah mulai lapar, kami mencari KFC sebagai alternative makanan. Sebenarnya aku pengen bawa Wiyah kedaratan, ketempat gedung yang bisa berubah warna. Tapi karena kami membawa anak kecil dan si anak punya PR kami harus pulang. Kami akhiri hari kami tepat di jam 11 malam.

Sampai dirumah aku membantu Anak tertua dari sepupu Wiyah untuk mengerjakan PR setelah itu kami pun tidur. Pemilik rumah sudah mengingatkan kepada kami, kalau kami harus berangkat pukul 03.00 dini hari karena pesawat yang akan membawa kami ke Medan kembali ke Negara tercinta. Sebelum tidur aku sudah mandi dan pakean untuk pulang… heheheh biar pas berangkat ga repot. Kami sudah packing buat pulang yaa. Okelah… Selamat Tidur…




Kepulangan
Pukul 03.00 pagi kami dibangunkan, proses siap-siap Cuma 5 manit, kami langsung keluar rumah dan menyetob taxi, sepertinya taxinya sudah dipesan suami kk sepupunya Wiyah. Kami naik taxi ditemani oleh kakak sepupu wiyah dan suaminya ke poll bus yang membawa kami ke KLIA. Pukul 04.00 pagi buss membawa kami ke KLIA. Sampai disana kami harus mancari check in counter yang menuju Indonesia khusunya Medan, 2 kali pemeriksaan X –Ray, Check ini dan sampailah kami ke ruang tunggu. Samnbil nunggu Wi-Fi kenceng. Luamyan lah sambil menunggu.  Ga delay. Tepat pukul 06.30 pesawat membawa kami ke Medan. By KL

Oh yaa Perjalanan  selama 5 hari 4 malam ini. termasuk makan dan transport selama di Singapore dan Kuala Lumpur menghabiskan dana 1 Juta Rupiah saja. Belum Tiket Pulang Pergi yaaa. Silahkan cari Promo dan mulai lah menjelajah

Monday, April 01, 2013

Backpaker Kuala Lumpur – Singapore _Part 3_Seharian di Singapore

Selamat pagi Singapore…. Akhirnya menginjakkan kaki juga ditanah Singapore ehh belum ding. Masih diatas kereta api. Ga usah repot-repot untuk turun diimigrasi karena imigrasi Malaysia yang akan mendatangi kita di dalam kereta api. Selesai proses pemeriksaan imigrasi Welcome to Singapore at Woodland check point. Ga boleh ambil foto sebelum lewat imigrasi, Foto ku yang ku jepret harus dihapus, tapi masih punya 1 photo yang blur. Hehehe


Sebelum keluar harus melewati imigrasi Singapore, setiap yang datang ke Singapore harus mengisi kartu pendatang warna pink. Pihak imigrasi Sigangapore bertanya lebih banyak dan lebih detail kepada kami. Tapi tenang saja semuanya terlawati dengan jawaban meyakinkan.
Di paspor tertera maximal visit itu 3 hari, nah sebelum keluar dari Woodland Checkpoint kami memutuskan untuk nyari kamar mandi karena ini badan udah gerah dan kemaren cuma mandi pagi aja. Heheheh. Hal yang harus dilakukan adalah Nyari toilet, setelah muter-muter akhirnya dapatlah toilet itu. Duhh ini toilet koq gada showernya ato gayung yaa ?, mulai masuk dari pintu ke pintu nyari toilet yang bersahabat  dan ditemukanlah 1 WC jongkok dengan kran air disamping. Upsss mana gayungnya ya ? Indonesia sekali ya saya ini. Hehhehe. Bukan backpacker sejati dunx kalo cuma gara2 gayung ga bisa mandi. Punya botol air mineral kosong. Itu lah yang dijadikan alat buat mandi. (Gimana caranya silahkan simpulkan sendiri. Hihihihi.) Keluar dari toilet Suegerrrr. Si Wiyah yang bingung harus gimana.  Nah pas si Wiyah masih di dalam ruang toilet ehh yang bersihin ngetuk-ngetuk pintu 10 minutes maximal mam… Hihihihi. Si wiyah ga jadi mandi. Bauuuuu. Hahahhahah. Anak mudanya udah seger, udah wangi, Waktunya menikmati sehari di Singapore.

Merlion Park
Tujuan pertama kami adalah Merlion Park. Itu lohhh patung Singa yang menjadi ciri khas nya Singapore. Dari Woodland checkpoint kami harus naik bus menuju stasiun Woodland MRT stasiun nya terpisah. Keluar dari stasiun berjalan ke arah kanan sedikit ketemu deh halte, tinggal baca directionnya naik bus nomor berapa untuk ke Woodland MRT. Direction di Singapore itu sangat mudah dan jelas baik naik bus dan naik MRT. Di setiap halte terpampang sangat jelas rute, nomor bus dan kemana tujuannya. Biar mudah kamu bisa beli kartu isi ulang untuk bus dan bisa di refund juga lohh. Tapi pake cash juga bisa. Silahkan pilih cara yang disuka

Dari Woodland Checkpoint ke Woodland MRT naik bus dengan nomor 178, 903,911, 912, 913 dan 950 ongkosnya $1,2. Sampai di Woodland MRT Silahkan pilih MRT ke Raffles Place ongkonsya $ 2.3. Keluar dari train Raffles Place silahkan berjalan ke arah kiri. Lumayan lah sekitar 500 – 700 meter, nanti kita bakal nemuin jembatan dan sungai, turunlah ke bawah jembatan dan disitu kita nemuin Marlion park. Ga usah kaget kalo orang nya banyak. Apalagi ini hari minggu dijamin rame sangat ini tempat.

Sepanjang berjalan kearah Marlion Park kami bertemu dengan orang satu kampung, alias orang Medan juga, pertemuan pertama greeting nya pake Bahasa inggris ehh tanya asal usul dari Medan juga. Akhirnya kami pake bahasa Medan. Horasss bahhh

Pemandangan  dari Merlion Park mengagumkan arsitekturnya banyak gedung-gedung yang unik, Ada yang bentuk mata lalat, ada yang berbentuk kapal, dan lain-lain. Takjub sihh. Hal pertama yang kami lakukan adalah photo-photo. Cihuyyyy segala pose dan segala sudut lahh. Lupa kalo panas nya sangat menyengat siang itu. Hehhehe
Lelah bereksis ria kami pun kelaperan dan ternyata kami ga punya makanan dan air minum sedikitpun. Belum makan dari pagi juga hiks hiks hiks. Duhh kenapa ga persiapan dari KL ya bawa makanan (Merasa bodoh) Ada café disana, mau ga mau kami harus Islam (isi Lambung) beli air mineral 600 ml harganya $3,5. Trus kami beli 1 porsi nasi ikan (ikannya di goreng tepung) + es kacang (kayak es campur gitu sih) totalnya $ 24.10 coba dikonversi ke Rupiah 1 $ = Rp 7.800 Sumpah mahal kali, sangkin mahalnya kami makan sepiring berdua lagi dengan si Wiyahh. Ecek eceknya Romantis gitu.
Lambung sudah keisi, sesi wajib photo-photo sudah next Little India
Little India
Wiyah dan Aku bersama teman sekampung kami meunju ke Halte bus, nyari bus ke Little India ongkosnya $ 2.10. Ga langsung ke Little India kami harus berjalan sedikit ke Little India. Little India itu adalah semua aksesoris tentang India. Ada baju sari yang bagus-bagus. Cukup berkeliling lah. Dan disana aku hanya jalan-jalan dan beli gantungan kunci bentuk Panda dan Baju yang ada tulisan Singapore. Maklum semuanya mahal-mahal. Jadi ga pengen beli apa-apa dehh. Yang penting udah nginjekin kaki yang namanya little India
Selanjutnya kami akan menuju China Town. Kali ini kami berniat naik MRT.  Menuju MRT ini kami harus banyak berjalan – jalan karena nyasar yang tak berujung. (hehehehlebay). Bertanya dengan orang – orang “Could You Help Me Please, where is MRT Station ?” mereka nunjuk ke arah Utara dari tempat kami, berjalan lah kami beramai-ramai dan lumayan lelah, ehh ternyata salah jalan. Harus balik lagi ketempat semula. Nanya lagi ke orang-orang ehh salah lagi. Ini namanya sering bertanya malah nyasar jalan kaki. Akhirnya kami mengingat sendiri kalau tadi turun dari bus kami sempat ngeliat ada MRT stasiun. Kami memutuskan untuk balik ke arah halte bus tadi, dan benar saja ternyata stasiun MRT sudah kami lewati tadi. Yaaa Ampyuuuunnnn *tepokjidat*

Masuk ke stasiun MRT aku dan Wiyah memutuskan untuk ke China Town tetapi teman sekampung dari Medan mau langsung ke Stasiun Kereta Api (Mungkin karena mereka kelelahan dan membawa anak kecil) See you kawan sekampung. Sampai Jumpa di Medan

China Town
Dari stasium MRT Little India menuju China Town kami melewati 5 kali pemberhentian. MRT sangat padat kami berdiri dan ga dapat tempat duduk mulai dari little India sampai China Town L. Ongkosnya $ 1.30 Pemandangan di dalam MRT ini banyak orang sibuk dengan gedgetnya, berdiri sambil main gadget. Begitu keluar dari MRT kami disambut dengan tulisan China Town,  benar-benar bernuansakan China dengan warna kuning, merah dan emas. Disini banyak orang-orang jualan souvenir. Murah dibanding tempat yang lain. Ada toko Serba $ 10 / 3 item apa aja silahkan pilih, ada jam, tas, gimik dan lain-lain. Di China Town ini juga banyak tempat minum yang dijamin tidak halal.

Seharian berjalan kaki ku dan Wiyah sudah mulai lecet, kami ga tau mau beristirahat dimana L Kaki sudah pegal-pegal, perut sudah mulai laper lagi. Di China Town nyari makanan halal itu sangat susah. Duduk dipinggirang trotoar kerana kecapean. Aku maksa buat jalan Alhasil di ujung jalan China Town Belok ke Kiri kami menemukan secercah harapan. Senangnya menemukan Masjid Jamae di China Town. Ga pake pikir panjang kami masuk dan mengistirahatkan kaki yang sudah lecet ini. Aku merebahkan badan dan akhirnya tertidur sejenak. Wiyah mengambil kesempatan mandi di masjid ini dan kamar mandinya benar-benar bersih, disediakan shower untuk mandi. Seperti menemukan surga di Singapore ini.
Rumah Allah memang tempat paling nyaman, begitu terbangun aku berniat untuk cuci muka sekedar menyegarkan badan, tapi sayang juga kalau ga mandi, mandi juga ahhh. Subhanallah Segar nya. 3  jam lebih kami berada di masjid ini setelah cukup merefresh tubuh dan badan ini, kami pun melanjutkan perjalanan sekedar nyari makanan atau minuman sedihnya kami ga menemukannya di China Town. Ughhh nahan lafar sampe pagi nih 





Hari sudah gelap, pengennya jalan-jalan lagi tapi rasanya badan ini ga sanggup. Kami putuskan untuk ke Woodland Checkpoint train station. Dari China Twon kami turun di Dhoby Ghaut kemudian transit dan melanjutkan MRT arah utara menuju Raffles Place. Cukup satu kali beli tiket dari Dhoby Ghaut ke Raffles Place walaupun pindah MRT harganya $3.60. dari Dhoby Ghaut ke Raffles Place itu memakan waktu lebih dari 30 menit dengan 11 pemberhentian dengan tetap berdiri di dalam MRT. Aku tetap di tempatku walaupun orang-oang hilir mudik masuk dan keluar setiap pemberhentian. Udah PeWe (Poesisi Wenak) bersandar di tiang.

Perjalanan panjang belum berkahir dari Raffles Place kami harus naik bus ke Woodland Checkpoint. Ongkonsya $1.20. Di dalam bus kami harus hati-hati takut kelewatan. Berkali-kali aku bertanya kepada penumpang lain, apakah Woodland checkpoint masih jauh. Penumpang yang kami tanya terakhir punya tujuan sama dengan kami. Aman ga kelewatan.

Masih ada 3 jam lagi sebelum kereta api membawa kami kembali ke KL. Aku dan Wiyah kelaperan, keliling stasiun ga ada yang jual makanan. Lelah berkeliling dan TIDAK menemukan toko yang menjual makanan, Aku dan Wiyah memutuskan menunggu sampai kereta api berangkat dan beli makanan disana. Selama menunggu orang hilir mudik dihadapan kami dengan berbagai gaya dan cara.  Setiap orang lewat dengan bungkusan makanan di tangannya kami berdua saling pandang. Ingin sekali rasanya aku minta makanan itu. Duhh tapi ni negeri orang belum tentu orang-orang seramah di Negara ku tercinta Indonesia. Tahankan dulu lahh. Penumpang lain yang menunggu disebelah kami pun sedang menyantap makanannya perut ini rasanya bergejolak pengen negrampok. Heheheeh (Begini rasanya lapar, pantas lah semua orang gelap mata kalau sudah lapar) tapi niat jahat kami tidak terealisasi. Masih diberikan kekuatan sama Allah untuk menahan lapar. Aku teringat punya sebungkus kuaci yang aku beli di KL. Kuaci pun jadilah yang penting mulut ini mengunyah. Sambil masih melihat orang-orang hilir mudik menunggu sampai diizinkan masuk.
Akhirnya pintu sudah dibuka, pengen rasanya cepat-cepat berada di dalam kereta api. Sebelum di kereta kami harus melewati 2 imigrasi, pertama imigrasi Singapore, dirungan sebelahnya imigrasi Malaysia. Selesai dari imigrasi kami harus menunggu lagi sampai kereta api datang. Kurang lebih 30 menit menunggu. Setelah nyaman dengan posisi duduk, aku celingak celinguk nyari cafĂ©. Kereta api kami kali ini ga seperti kereta api saat kami beragkat. Ga ada cafenya di gerbong kami. Huwaaaaa laperrrr. Dan akhirnya kami ga makan  malam itu. Puasa sampai besok pagi di KL.

Biar laparnya hilang kami tidur aja walaupun tidak nyenyak tapi kami tertidur. Tidak pun bisa makan saat ini setidaknya dalam mimpi kami makan. Ehehhehe Dengan begitu selesailah petualangan kami di Singapore. Nite Singapore and bye

Thursday, March 28, 2013

Backpacker Kuala Lumpur - Singapore_Part 2_Genting Highland, – Oh No !!! Wiyah Phobia Ketinggian


Tidur dirumah orang lain tidak bisa senyenyak tidur dirumah dengan waktu yang Cuma 3 jam ini. Alarm HP ku berdering pukul 06.30. baru masuk Waktu Subuh disini dan masih gelap. Padahal di Medan dengan waktu segitu hari sudah terang benderang. Aku beranjak Sholat Subuh, ,mandi bersiap-siap tuk memulai perjalanan. Tujuan pertama kami adalah Genting Highland. Sudah 2 kali aku ke Kuala Lumpur tapi aku belum pernah menginjakkan kaki di tempat yang terkenal dengan casinonya ini.
Berangkat dari rumah sekitar pukul 8 pagi setelah berbincang dan bermain dengan si Kecil Ulfa yang tanpa ekspresi. Perjalan pertama kami dengan menggunakan bus menuju terminal. Menurut petunjuk dari kakak sepupu Wiyah kami harus naik bus menuju halte Damai Hospital. Ongkosnya hanya RM 1 /orang. Ehh iya di sini naik turun bus harus di halte lohh. Kalo ga jangan harap bus nya berhenti. Heheheh. 
Dari Damai Hospital kami harus berjalan kebelakangnya rumah sakit sedikit menuju terminal bus. Dari sana kami naik Bus Berwarna Kuning dengan ongkos RM 6 per orang. Perjalanan kami tempuh dengan jarak sekitar 1 jam. Jalan menuju genting itu  jalan ke Pengunungan dengan pohon-pohon dikanan kiri jalan dan sangat mulus sekali. Karena waktu tidur yang kurang bolak balik kami tertidur di bus. Bangun – tidur – bangun lagi – tidur lagi (ga tau deh berapa kali) sampai kami di tempat tujuan. Banyak penumpang yang sudah turun sebelum pemberhentian bus terakhir, aku dan Wiyah memilih berhenti di pemberhentian terakhir itung-itung takut nyasar ambil yang aman ajah.

Sampai di pemberhentian terakhir ini perut sudah mulai menunjukkan protes, dengan mengerahkan group band yang ada di dalam perut akhirnya perut ku bunyi minta diisi. Ada café disini, Aku memesan mie goreng dan teh tawar dengan total harga RM 13 (kalo ga salah mie nya itu RM 7 dan teh nya RM 5) Wiyah juga total nya sama RM 13 Cuma bedanya dia beli nasi goreng. Mmmm kalau ditanya soal rasa ??? Tetep masakan Medan masih juara. Tapi apa daya namanya backpacker harus siap2 dengan segala resiko
Selesai Islam alias isi lambung Aku dan Wiyah menikmati apa sih yang ada di Genting ini. Seperti Hillpark dengan wahana yang jamin bisa buat adrenalin terpacu, ada miniature dunia, nah ada casino, yang jelas bangunan di gentung itu color full. Aku dan Wiyah memilih jalan-jalan dan foto – foto saja. Hehehhe. Kalo kata orang ke Genting itu kalo ga naik skyway itu blom sah, aku berniat naik skyway. Tapi Si Wiyah takut ketinggian L Dan Perjuangan pun dimulai membujuk si phobia ini. Kalau aku naik sendiri gimana si Wiyah nanti disini sendirian. Iya kalo aku balik lagi, kalo nggak bakal makan waktu lama, karena disebarang sana ada terminal. Aduhhh berat. Wiyah ga mau naik, Dia udah bayangin itu kabel kereta ga kuat, Gimana kalo jatuh ? Duhh banyak kali pertimbangan si Wiyah ini. Entah lah proses membujuk si Wiyah memakan waktu 1 jam juga. Dengan TERPAKSA  dan BERAT HATI akhirnya wiyah pun naik. (Kesal kesal deh si Wiyah. Heheheh Sorry ya Wiyah) Ongkosnya RM 6 /orang untuk 1 way. Bisa juga ambil round trip sih RM 12 per orang tapi liat kondisi si Wiyah yang keringet dinging dan demam ga jelas gini milih one trip aja sekalian hemat waktu, yang penting udah ngerasain naik skyway




Didalam kereta skyway si wiyah sama sekali ga berani memandang sekitar padahal kita berada lebih dari 200 dari permukaan tanah. Hehehe mau ketawa liat dia ketakutan begitu. Alhasil foto pun ga jadi L. Lumayan lama lohh naik sky way itu kurang lebih 30 menit lah. Dan selama 30 menit itu si Wiyah ga berani gerakin kepalanya buat ngeliat. Apalagi saat skyway berhenti sekitar 1 menit di puncak paling tinggi. Aku aja ngerasa jantung ini sesaat mau copot. Apalagi si Wiyah yang jelas-jelas ga berani ngangkat muka nya. Hehhehe. Sesungguhnya aku sangat menikmati perjalanan dengan skyway ini.
Penderitaan Wiyah berakhir. heheheh Bye skyway. Dari sini kami harus ke terminal Kereta Api KL central dengan menggunakan ongkosnya RM 4 per orang. Perjalanan kurang lebih 1 jam, dan lagi-lagi kami tidak menikmati pejalanan Genting – KL karena kami lebih memilih tidur dan terbangun di terminal KL central. Dari pemberhentian bus kami terus menuju jalan raya dan ternyata salah. Upss blom nyasar koq. Kami Cuma salah masuk aja Hehhehe.  kalau mau ke stasiun kereta kami harus menaiki tangga menuju stasiun MRT atau KRL dan disana kami melihat banyak sekali manusia yang memanfaatkan jasa MRT / KRL ini. Kalau kami tujuan pertama adalah pesan tiket ke Singapore by train. Dimana ya tempat mesan tiketnya ? Nanya sama petugas berseragam ahh. Dan dia menunjukkan tempat pemesanan tiket ada lantai atas. Ambil nomor antrian dan menunggu, ga lama nunggunya saatnya giliranku memesan tiket round trip KL – Sing dan Sing – KL sebesar RM 68 sekali jalannya RM 34 per orang.  Sengaja memesan tiket round trip dari KL karena pastinya lebih murah. Kalau tiket di beli di Singapore harganya pake dollar bisa 2 kali lipat L.

Kami akan berangkat pukul 23.30 malam ini. Berarti masih punya banyak waktu buat jalan-jalan di Singapore. Sebelum keluar stasium MRT kami muter-muter gedung terminal sambil nyari makanan buat makan siang. Bingung mau makan apa, setelah hilir mudik dari café ke café akhirnya kami memutuskan untuk makan spageti dan es lemon tea pesennya Cuma 1 porsi buat makan berdua, biar agak-agak romantis gitu (padahal antara ga selera makan dan penghematan, hahahaha)
Selesai makan kami masih punya waktu panjang sebelum berangkat ke Singapore, saat yang bersamaan sepupu Wiyah dan kelaurganya datang ke tempat terminal. Mereka mengajak kami jalan ke Mesjid Jamik disana kalau malam minggu banyak yang jualan. Kayak pekan gitu lah. Ke mesjid Jamik adalah yang kedua kali buat ku, tahun lalu aku pergi dengan Bapak dan Mamak ku. Seperti biasa selalu rame dan selalu padat tapi seru. Aku dan Wiyah hanya membeli makanan buat bekal kami di kereta api, martabak seharga RM 2,5.
Puas berkeliling kami memutuskan untuk segera kembali ke KL Central dengan menggunakan MRT ongkosnya RM 1. Lumayan lama juga kami menunggu sebelum jadwal kereta api ke Singapore. Selama menunggu kami lesehan di stasiun kereta, ngecharge HP  Di Malaysia Stop kontaknya berkaki 3 lohh kalo ga punya connector nya ga bisa dicolokin yang kabel dengan kaki 2. Untung ada Bapak – bapak etnis tionghoa yang ngajarin gimana caranya. Caranya adalah lubang  yang berada di puncak segitiga di tekan, aku menggunakan tutup pulpen menekannya, selama ditekan masukkan colokan 2 kaki. Stelah masuk lepas tekanan di puncak segitiga dan arus pun mengalir.  Hehehhe. Akong Makasih ya Ilmunya, sangat berguna.

Selama menunggu kami bertemu dengan banyak orang Indonesia yang akan ke Singapore dan surprise nya lagi ternyata mereka orang Medan. Ga pernah ketemu di Medan ehh ketemu di Malaysia. Kayak dikampung sendiri jadinya. Waktunya sudah tiba untuk naik kereta. Nomor tempat duduk kami 11 dan 12 AB. Setelah duduk kami pun membuka bekal makanan yang sudah kami bawa di kereta api. Mmm rasanya ga lidah banget. Uhhh Cuma kemakan separo sisa nya mohon maaf makanan nya jadi mubazir.

Perjalanan Kuala Lumpur – Singapore ditempuh dengan jarak 7 jam berarti kami akan sampai besok pagi. Malam ini

kami akan bermalam di kerera api, lumayan hemat penginapan. 


Byeee Kuala Lumpur. 

Backpacker Kuala Lumpur – Singapore _Part 1_Welcome to Kuala Lumpur


Kali ini aku kembali menjelajahi negeri Jiran. Bersama my lovely travelmate Wiyah, walaupun perjalanan kali ini kurang 1 personil  tapi tetap menjadi kenangan tersendiri buat kami berdua.
Dimulai dari Jum’at, 8 Maret 2013, hari ini adalah hari kerja dengan kesibukan luar biasa padat. Padahal malam nanti kami harus terbang memulai perjalanan kami menjelajahi negeri tetangga. Ku percepat pekerjaan ku, tetap saja sampai dirumah pukul 6 sore padahal rencana ku jam 4 sudah sampai dirumah. L

Sampai dirumah bergegas packing (Upsss semoga packing last minutes begini ga ada yang ketinggalan) makan dan mandi. Selesai semuanya pukul 7 lebih 10 menit, sementara si wiyah belum juga muncul, katanya dia sedang dijalan menuju kerumahku. Sesuai perjanjian kami akan berangkat pukul setengah 8 menuju Bandara Polonia. Karena menurut Wiyah kami akan berangkat pada pukul 20.40. Sampai dibandara Polonia sebelum masuk ke Terminal Keberangkatan Internsional, aku sempatkan untuk singgah ke ATM (Nyiapin duit Rupiah siapa tau kekurangan dana). Setelah urusan uang jajan selesai kami pun masuk ke dalam gedung terminal. Check in, beli aiport tax, stamp di imigrasi dan akhirnya diruang tunggu.

Baru kami sadari tenyata pesawat yang akan membawa kami terbang adalah pukul 21.40 dengan kata lain (tepok jidat) berarti kami harus menuggu hampir 2 jam (jiaahhhhh) ngeliatin orang – orang hilir mudik di ruang tunggu dahhh. Sambil menunggu kami pun merencanakan perjalanan kami selama 4 hari kedepan. 

Tak terasa akhirnya burung besi itu membawa kami juga terbang ke Ibu Kota Negara tetangga serumpun itu tepat dipukul 22.15 WIB  By Indonesia. By Medan… ketemu 4 hari lagi yaaa

Pukul 00.00 waktu Kuala Lumpur akhirnya kami sudah berada di negeri tetangga. (padahal rasanya belum lagi duduknya lurus udah nyampe aja :P) Welcome to KLIA. Hal yang dilakukan oleh Wiyah pertama adalah mencari SIM card untuk kartunya dan dia memilih DiGi sementara aku masih menikmati gratis XL 3 hari di luar negeri (Promoseeee nihh yeee… Siap2 dapet royalty :D) Sebelum keluar bandara pihak imigrasi Malaysia bertanya kepada ku “Mau apa ke sini ?, Kapan Pulang ?, Dan Kenapa orang Indonesia banyak yang pulang pada tanggal tersebut ?” Karena niat ku jalan-jalan aku jawab dengan sangat relax semua pertanyaan mereka. Ssttt tau ga pak kenapa pada pulang tanggal 12 Maret 2013 ? karena ada Negara kami ada libur nasional. Jadi Long weekend dan kejepit di hari Senin tanggal 11 Maret 2013 jadi kami buat jalan-jalan. Beruntunglah kalian karena kami memberikan devisa ke negara kalian. Hehehheh

Nah dari KLIA kami akan di jemput oleh sepupu Wiyah yang menikah dengan warga Negara Malaysia. Begitu keluar bandara kami pun disambut oleh kakak sepupu Wiyah dan Suaminya. Setelah bertamu kami melanjutkan perjalanan ke rumah mereka malam ini. Keluar bandara menuju poll bus. Duhh kayaknya jalan kami hampir 1 kilometer dehh. Dengan energy bekerja tadi siang dan ransel yang ada di pundak sepertimya perjalanan ini sedikit menyiksa. Sambil menahan lelah kami pun tetap berjalan sampai di poll bus. Udah naik bus tetapi kami harus menunggu hampir 1 jam menunggu penumpang penuh. Tujuan bus kami adalah Jalan Sentul. Ongkosnya 8 RM/ orang perjalanan kami tempuh dengan kurang lebih 1 jam. Sepanjang perjalanan kami tidak terlalu menikmati tengah malam di Kuala Lumpur lebih terlihat sepi. Hanya ketika menara kembar petronas kelihatan aku menunjukkan ke Wiyah menara itu. dan kita kan kesana Wiyah.  akhirnya kami sampai di awal jalan Sentul. Tapi ternyata belum sampai kerumah mereka juga, kami harus menggunakan taxi dengan biaya 10 RM ke rumahnya. Hanya 5 menit ternyata.
Akhirnya sampai juga dirumahnya, Bentuk rumahnya seperti apartemen yang ada di Penang (Red Baca tulisan ku sebelumnya tentang Bagaimana berobat Ke Penang http://ridhayuanita.blogspot.com/2013/01/sekedar-info-bagaimana-berobat-ke-penang.html Sampai dirumah aku berganti baju, godain anak bayi sepupu Wiyah yang mukanya oriental dan innocent sekali Ulfa namanya. Tuan rumah rumah menyiapkan mi goreng buat kami, perjalanan malam buat kami lumayan laper. Setelah berbincang sebentar kamudian kami pun tidur tepat dipukul 03.30. Besok kami harus berangkat pagi-pagi sekali untuk memulai perjalanan kami. Nite Universe…

Wednesday, January 30, 2013

Sekedar Info Bagaimana Berobat Ke Penang


Kenapa ya masyarakat Indonesia khususnya Medan lebih suka berobat atau sekedar medical check up ke Rumah Sakit di negeri jiran ya ? Apa Dokter -  dokter kita ga bagus ? apa obat-obatan di tempat kita itu mahal, atau rumah sakit kita yang tidak layak ?

Hmmm tunggu dulu aku sangat TIDAK SETUJU jika dibilang dokter kita tidak bagus. Dokter kita sangat ahli dibidangnya, malah dokter-dokter dari negeri jiran belajarnya sama kita. Trus kalau dokter kita bagus kenapa orang-orang lebih banyak berobat ke Penang ??? Pertanyaan yang ditanya oleh semua orang dan tentunya aku juga bertanya awalnya kenapa aku harus kesana. Jawabannya adalah pelayanan yang terintegrasi dan petugas yang selalu siap menjawab pertanyaan dan kebingungan kita.
Jarang sekali melihat para perawat duduk – duduk bersantai sambil ngobrol, tidak ada perawat yang pake high heel semua flat shoes. Terus kita tidak perlu bolak balik melapor di setiap ruangan, cukup satu kali melapor semua status dari awal berobat sampai saat ini sudah lengkap tersaji di dokter yang akan kita tuju. 
Dokternya juga selalu berada ditempat tidak seperti ditempat kita dokter datang hanya jamnya saja jika sudah selesai sang dokter akan pindah ke rumah sakit lain. Jika sang pasien di curigai ada indikasi penyakit lain maka sang dokter akan buat dalam status pasien ‘cek bagian dalam’ sementara dokter akan datang pada besok harinya dan sang spesialis penyakit dalam jika ada indikasi lain lagi misal jantung maka dengan status ‘rujuk ke jantung’ ahhh mereka tidak berbicara langsung tapi hanya dengan status kertas itu. Menurutku menyeramkan sekali karena orang tua ku sudah mengalaminya
Seadainya rumah sakit kita punya system satu atap dan ada dokter yang menetap dan saling berintgrasi. Mungkin akan lain ceritanya. 

Rumah sakit disana juga nyaman full AC, internet wifi kenceng, dan nyaman. Ga kecium tuh bau obat-obatan semuanya bersih dan rapi. Bukan rumah sakit tapi hotel. Hehhehe. Mohon maaf menjelekan pelayanan rumah sakit di negeri ini, hanya karena ketidakpuasan atas pelayanan saja. Mohon maaf sekali lagi

Buat temen-temen yang mau berobat ke negeri seberang khususnya Penang, saya disini coba menuliskan gimana sih caranya kesana :

Pertama, rencanakan dulu rumah sakit mana yang akan dituju di Penang.  Di Penang ada banyak Rumah Sakit lohh ada Adventist, Island Hospital, Glen Eagles, Lam Wah Ee, Loh Guan Lyeh dan lain – lain. Kalau aku seringnya ke Lam Wah Ee jadi untuk rumah sakit yang lain. Aku ga terlalu tau tapi kurang lebih prosedurnya sama

Kedua, setelah itu pesanlah tiket Pulang-Pergi, Kalau sudah tau berapa lama pulangnya maka silahkan tetapkan tanggal tapi jika tidak tau maka buat lah tiket pulang dengan flexible date.  Maskapai Penerbangan yang ke Penang itu banyak ada Air Asia, Lion, Sriwijaya dan lain-lain, harganya juga mulai dari tiket promo yang 100 ribuan sampai 500an (uppsss itu dari Medan yaa, yang di Kota lain silahkan cek sendiri yaaa). Saran saya carilah tiket paling pagi jadi dari bandara bisa lansung ke Rumah Sakit

Ketiga Kalau semua tiket udah beres saatnya berangkat, buat temen-temen yang baru pertama keluar negeri saat di bandara upayakan passport selalu di tempat yang mudah dijangkau karena pengecekan menggunakan passport.  Jangan membawa minuman berlebihan nanti pas lewat X-ray disuruh buang (Hikksss pengalaman pribadi) biasanya petugas imigrasi di Medan suka tanya-tanya mau ngapain ke sana, jawablah sebisanya dan seyakin – yakinnya (kayaknya nih petugas imigrasi lagi screening TKI deh ) X_X . Nah setibanya di Penang pihak imigrasi juga akan bertanya rumah sakit tujuan, trus kadang-kadang suka minta nunjukin tiket pulang kita, siap – siap aja ya

Ternyata sebagian besar penguhi burung besi menuju kesana adalah orang Indonesia khusunya orang Medan (weleh weleh weleh… sedang bayangin berapa banyak uang kita yang masuk ke Negara ini, seandainya Rumah Sakit kita lebih tersistem dengan baik…. #ngayal)

Keempat, Nah buat yang sudah di ngelapor untuk di jemput di bandara silahkan deh perhatiin nama – nama nya pas keluar bandara biasanya udah di cantumin tuh. Sebelum kesana biasanya ada perwakilan untuk rumah sakit tuh untuk RS LWE perwakilannya ada di S.Parman No 50 silahkan daftar untuk minta di jemput (tentunya menunjukan tiket dan passport) Nah tapi buat yang tidak dijemput ada 2 laternatif untuk Rumah Sakit dengan taxi letak counternya itu keluar bandara langsung ke arah kanan ada counter taxi biayanya sekitar RM 30 – 40  (RS Lam Wah Eh yaa) atau bisa dengan alternative naik bus letaknya ada di seberang jalan di sudut kiri disitu ada halte yang menuju ke KOMTAR biayanya sekita RM 2 - 4  dari KOMTAR naik lagi ke arah Rumah Sakit kalo ke RS LWE yang arah ke batu lancang ongkosnya 1 – 3 RM. Ehh bus nya nyaman lohh. Tapi buat kalian yang baru kesana dan ga punya nyali naik bus silahkan naik taxi aja. Heheheh

Kelima, setelah sampai dirumah sakit LWE. Silahkan langsung masuk kedalam Lobby kemudian kalian akan melihat begitu banyak orang yang membawa koper (heheheh dalam hati pasti bilang nasib kita sama) Terus  silahkan ambil nomor antrian,  karena anda pasien baru pencet warna Merah (eh merah ato hijau yaaa ? Uppss Lupa ) kalau bingung akan selalu ada petugas yang berada di samping mesin antrian  dan akan bertanya kamu pasein baru atau lama. Setelah medapat nomor antrian silahkan menunggu sampai nomor yang tertera di kertas anda dipajang di layar pengumuman. Perhatikan nomor antrian kamu sudah berada di counter berapa. Kalau sudah giliranmu maka datanglah ke counter itu. Disana kamu akan di registrasi, siapkan passport. Selama proses registrasi petugas akan bertanya keluhan penyakit mu. Dana kan diarahkan ke dokter yang mana, kalau kamu sudah punya nama dokternya silahkan minta diarahkan ke dokter tersebut.
Keenam, setelah registrasi selesai kamu akan diarahkan keruangan dokter untuk konsul, upsss tapi ga  langsung masuk ya, tapi lagi-lagi ikut nomor antri petugas yang di ruangan tersebut akan memanggil nama dan membagikan nomor antrianmu, menunggu lagi yaaa. Tidak perlu membawa dokumen-dokumenmu karena petugas tersebut akan membawa langsung kepada dokter.

Ketujuh, selagi menunggu kamu pasti bingung mau nginep dimana, jangan khawatir disana selalu ada saja orang-orang yang menawarkan jasa penginapan saat kalian menunggu. Letak penginapan juga ga jauh dari Rumah Sakit LWE. Dan tau ga kebanyakan orang Indonesia lohh yang punya jasa penginapan itu. Silahkan pilih dengan kipas angin = RM 30, AC = 40 RM, AC dan kamar mandi di dalam = RM 50, jangan berhayal sebuah hotel ya. Yang kita sewa adalah kamar-kamar di rumah mereka (bentuk rumah mereka beritngkat sampai lantai 20 seperti apartemen) kita menyewa salah satu kamar dalam apartemen tersebut. Jadi tenang aja selagi kamu menunggu kamu akan ditawari penignapan.

Kedelapan, saat giliran kamu dipanggil konsul kamu akan ketemu dokter yang ramah pastinya dengan bahasa yang kita mengerti tapi aneh terdengar (gunakan bahasa inggris kalau kamu mau lebih jelas heheheh). Saat konsul tersebut dokter akan mengarahkan apakah kamu harus pemeriksaan darah, paru-paru, jantung atau pemeriksaan lainnya. Si petugas akan mengantar kamu harus kemana.
Kesembilan, untuk pemeriksaan biasanya kamu harus membayar biaya pemeriksaan terlebih dahulu di kasir farmasi baru mulai pemeriksaan. Kalau sudah selesai kembali lah menunggu keruang dokter untuk mendapat hasilnya (biasanya memerlukan waktu 1 – 3 jam tergantung jenis pemeriksaan) tidak salah kalau tanya petugas menunggu berapa lama, petugas akan menjawab dengan bahasa yang aneh terdengar itu :D

Ada proses pemeriksaan yang bisa selesai dalam waktu satu hari tapi ada juga yang harus beberapa hari, yang jelas ikuti saja arahan mereka. Ga sulit koq,  petugas akan mengantar dan member arahan kita harus kemana. Untuk pembayaran jasa dokter, aku punya pengalaman. Biasanya aku tidak membayar jasa dokter tetapi pembayaran akan dilakukan pada saat pemberlian obat, tapi yang kedua pernah juga bayar jasa dokter untuk konsultasi yaitu sebesar RM 40 dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu mereka (masih belum terjawab dalam fikiranku apa yang aku bayar overtime dokter?)

Kesepuluh, sampai dirumah/penginapan jangan khawatir, tempatnya bersih dan rapi.  Di rumah itu tersedia dapur dan kita bisa memasak disana, ada mesin cuci, televisi, meja makan. Layaknya rumah sendiri. Untuk memasak di dekat rumah sakit dan sekitar penginapan ada pasar tradisional disana, ga perlu ditawar karena harga sudah dicantumkan di setiap item, tinggal pilih dan bayar. Yang ga mau masak juga disekitar rumah sakit banyak tempat makan. Untuk yang muslim jangan khawatir banyak juga makanan halal. Tapi tetap hati – hati dan selektif ya milih makanan halal
Untuk soal biaya apakah ke Penang lebih murah, yupp lebih murah menurut hitung – hitungan ku. Ini dari pengalaman untuk pengobatan orang tuaku sendiri. Di Medan untuk obat selama 10 hari harus mengeluarkan 700 ribu coba kalikan 3 untuk satu bulan sudah Rp. 2.100.000, kalikan selama 3 bulan kurang lebih Rp. 6.300.000. Sementara di Penang untuk obat selama 3 bulan mulai dari tiket, penginapan, obat dan lain-lain hanya sekitar 3 – 4 juta. Lebih murah kan ???

Buat yang mau medical check up juga ada variannya juga macem – macem mulai dari RM 280 – 500 silahkan pilih. Tapi kalau mau medical check up puasa dulu ya untuk tes tes nya.heheheheh
Nah buat kamu – kamu yang mau jalan-jalan biar ga ubek – ubek di rumah sakit terus silahkan main ke Komtar disana ada plaza perangin namanya. Dari RS LWE naik aja bus kesana ongkosnya RM 1,7. Sampai sana silahkan deh jelajahi tuh plaza

Infonya udah cukup jelas kan ? Eh iya mohon maaf kalau ada tulisan yang tidak berkenan. Aku tetep bangga dan cinta Indonesia tapi untuk kesehatan juga bukan urusan main-main dan kita bisa memilih. Semoga Bermanfaat *_^  dan Tetap jaga kesehatan yaaa

Monday, January 21, 2013

Enjoy My Journey to Rakornas TB


Selasa, 15 Januari tahun 2013

Waktu masih menunjukkan pukul 04.00 pagi, ayam jantan saja belum bangun untuk berkokok. Dengan malas aku harus bangkit dari tempat tidurku yang nyaman (padahal malam itu aku baru tidur jam 01.00 malam dan sangat tidak nyenyak  $_$ ) Jam 4 pagi dinginnya air mengguyur tubuh ku yang tetap kecil ini :-p. Brrrrrr menggigil rasanya, masih dengan keadaan menggigil aku bersiap-siap untuk segera keluar dari rumah.

Pukul 04.25 aku sudah rapi, ku raih travel bag dan tas ranselku untuk segera keluar dari rumah. Bapakku yang baik hati  hari selalu saja bersedia mengantar anak gadis semata wayangnya kemana saja apalgi pagi ini harus keluar rumah saat matahari masih nyenyak tidur. Pagi-pagi buta itu bersama Bapak ku menuju Bandara Polonia Medan

Ya ! pagi ini aku harus terbang bersama burung besi menjalankan tugas Negara (:D aseeekkkkk) meninggalkan kota ku. GA 181. 05.20 burung besi itu lepas landas meninggalkan Kota ku. Hari saja belum terang. Adzan subuh pun belum berkumandang dengan Bismillah ku memulai perjalanan ini. 
Melaksanakan sholat subuh di dalam perut burung besi ini, baru pertama kali aku lakukan (heheheeh)


 Beruntungnya kali ini burung besi yang dipesan oleh kantor pusat di Jakarta menyediakan makan pagi. Lumayan hematt ongkos. Hehehehhe. Pilihannya nasi goreng ayam…. Mmmm menurutku jauh dari rasa enak. Hambarrr !!!Not Recommended tapi karena perut ini harus diisi aku harus memakannya. Fasilitas di perut burung besi ini lumayan komplit, menunggu burung besi ini medarat aku bisa menikmati film-film, musik dan lain-lain. Pilihanku jatuh pada film Indonesia ‘The Last Love’ ehh judulnya koq Inggeris yaaa (baca gaya Jawa :-P) Hmmm tapi penonton harus kecewa ternyata filemnya ga selesai di tonton udah keburu mendarat L Kentang deh (Kena Tanggung)
Perjalanan di udara cukup nyaman ditempuh dengan waktu 2 jam. Sampai di ibu kota disambut hujan. (ternyata lagi musim ujan dan banjir lohh di Jakardahhh ini L  makin macet lah jadinya) Dan orang yang menjemput kami harus menghadapi macet dan banjir, kami harus menuggu selama 3 jam sebelum berangkat ke Bogor (Fiuhhhhh menunggu oohhh menunggu….)
Akhirnya kami berangkat juga ke Bogor Ahaiii… Mobilnya lumayan nyaman aku bisa tidur sejenak di dalam mobil. Hehehhehe sampai di Bogor juga disambut dengan hujan. Perjalanan Ke Bogor kami tempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Rumah sementara adalah Grand Ussu Cisarua – Bogor Room 131 cukup nyaman dan sangat dingin. 

Mari memulai bekerja “PERTEMUAN NASIONAL KOORDINASI  MONITORING 7 EVALUASI – Community TB Care ‘Aisyiyah”. Dan Ketemu dengan teman-teman ku dari seluruh Indonesia J

Thursday, January 10, 2013

Travellingku di Tahun 2012 _Menabung Sekuat Tenaga *_^

Travelling  dan Aku seperti nama ku RIDHA YUANITA dan SUTOMO tidak bisa dipisahkan (heheheheh) Aku Selalu mengkhususkan waktu dan dana (dengan menabung sekuat tenaga tentunya) untuk menjalankan hobby ku ini.  Tahun 2012 termasuk tahun dengan frekwensi jalan-jalan yang banyak.


Dimulai dari tahun baru 2012 menjejakkan kaki di Pulau Berhala. Pulau terluar Indonesia di Kabupaten Serdang Bedagai. Pulau yang tidak berpenghuni dan dijaga oleh sepasukan marinir. Pantainya masih asri dan bagus sekali. Banyak hal yang bisa dinikmati di pulau ini. Penangkaran penyu, mercusuar, beberapa makan tua, pulau sokong nenek dan sokong kakek disebelahnya dan lain-lain. Disini kita bisa merasakan sensasi berada jauh dari hingar bingar kehidupan kota.





Masih menikmati Sumatera Utara yang indah… bersama sahabat-sahabatku di Jelajah_acsu aku mengunjungi tempat-tempat luar bisa di Sumatera Utara. Mulai dari Danau Toba yang tak kan habis untuk di explore. Menikmati pinggiran sisi pantai Danau Toba dari Desa Silalahi, melihat air terjun, pemandian alam rasanya Sumatera Utara ku tak habis untuk di jelajahi. Tidak Cuma Danau Toba yang di X-Plore ada banyak tempat di Sumut yang bisa dinikmati oleh ku bersama sahabat-sabahatku di Jelajah_ascu

























Untuk pertama kalinya di tahun 2012 pasportku punya stempel
Negara lain *_^ (setelah 2 tahun memilikinya) Bersama Mamak dan Bapak kami berangkat ke negeri tentangga : Malaysia. Tujuan kesana adalah mengecek kondisi kesehatan orang tua ku di Penang dan Alhamdulillah Mamak yang katanya punya  gangguan jantung ternyata disini didiagnosa hanya hipertensi. Dan Bapak yang pernah makan dengan selang selama 3 bulan di tahun 2007 Alhamdulillah sekarang dalam kondisi yang sehat. Ahhh bahagianya akuu… Menunggu jadwal pulang kami berkesempatan mengunjungi Ibu Kota Negara tersebut Kuala Lumpur atau yang kerennya di singkat KL. Menikmati Negeri menara kembar ini, dari sudut kota ke sudut kota lain, berbelanja dan makan menyenangkan rasanya bisa membawa orang tua jalan-jalan. Ke Negara ini khusunya Penang sudah menjadi rutinitasku karena Mamak harus control setiap 3 bulan sekali ke sini untuk ambil obat. Selama tahun 2012 sudah 4 kali aku menginjakkan kaki di Negara ini. Alhamdulillah















Rencana travelling tiap tahun kali ini direncanakan bersama sahabat-sabahat terbaikku ku di bangku kuliah. Kami beri Judul Tour The Java part 2 karena sebelumnya kami pernah jalan-jalan ala backpacker di Jawa tahun 2010. Kali ini kami meneglilingi Pulau Jawa mulai Surabaya, Madura, Malang, Batu, Temanggung, Semarang, Jogja dan Jakarta. Selama 7 hari dengan dana hanya 1,6 juta rupiah (mau taunya seru travelling ku ala backpacker liat blog ku bulan Oktober 2012 yaaa) 


Kalau untuk jalan – jalan ke Danau Toba, Berastagi dan wilayah Sumatera Utara lainnya  bagi ku bukan jalan-jalan dengan planning lama. Cukup sediain dana cukup waktu dan ijin dari ortu langsung deh berangkat. (tapi ijin jalan-jalan di Wilayah Sumatera Utara yang Cuma 1 - 3 hari  lebih sulit dapat izinnya dari pada travelling ke luar Sumatera Utara dengan waktu yang lama dan rencana yang matang)  
Tahun ini semoga aku dapat mengunjugi tempat-tempat indah lainnya di Indonesia. Dan semoga pasportku tidak cuma terisi stempel Negara yang itu – itu saja. Amin (buru-buru liat kode booking untuk rencana travelling tahun 2013 ini) Hheheheheh




Thursday, January 03, 2013

Review ku tahun 2012 -- Mengabdi dan bekerja


Tahun 2012 tahun yang luar biasa buat aku. tahun dimana aku punya harapan baru dalam hidup ku. Banyak suka duka yang aku rasakan ditahun 2012 ini. Suka yang membuat aku bisa tertawa lepas bagai manusia tanpa masalah, dan duka yang membuat aku sampai harus menangis tersedu menahan sedih. Semua perjalanan hidupku di tahun 2012 salah satu perjalanan hidup yang akan menjadi sejarah kisah hidupku.

Diawali dengan pekerjaan baru yang aku dapatkan diakhir tahun 2011 lalu. Di tahun 2012 membuatku semakin paham fungsi dan peran ku di pekerjaan ini. Bekerja pada Program Tuberkulosis (TB) yang berbasis masyarakat untuk area kerja Kota Medan. Di program ini aku bertemu dengan orang – orang baru, ibu-ibu kader dari seluruh penjuru Kota Medan yang menjadi ujung tombak dalam menjalankan program ini, menjadi partner Dinas Kesehatan Kota Medan dan menjalin hubungan sangat baik dalam menjalankan program ini, berkomunikasi aktif dengan pemerintahan kota Medan di tingkat kecamatan dan kelurahan Kota Medan.
Bertemu dengan partner – partner baru, menjadi satu-satunya perempuan dalam kantor ku. Seperti gadis di sarang penyamun. Heheheheh. Partner ku dengan macam-macam tingkah dan sifat nya menjadikan suasana kantor lebih berwarna dan kami seperti sebuah keluarga baru. Di ruangan kantor dengan fasilitas sederhana ini kami menjalankan program ini. Ada suka, ada duka, ada marah, ada tawa keberhasilan, ada kesal berat untuk dijalankan tapi sangat manis untuk dikenang.

Bergabung dengan TB Care ‘Aisyiyah membuat aku mengenal satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Ya ‘Aisyiyah Sumatera Utara. Pengurus organisasi ini adalah ibu-ibu yang sangat bersahaja, dengan kelembutan dan sifat keibuan yang selalu menginspirasi aku dengan semangat tak pernah lelah dan menyerah walau usia mereka sudah tidak muda lagi.

Berada di tengah-tengah Ibu ini serasa seperti berada di dekat Ibu kandung sendiri, ngomong mereka selalu lembut dan menginspirasi. Tidak canggung menegur dengan lembut jika salah, tidak ragu menasehati untuk kebaikan dan selalu mengingatkan dalam setiap kesempatan.
Program yang aku pegang bukan program yang berjalan dengan mulus sebelumnya program ini mendapat raport merah. Aku dan tim ku dengan kemapuan maksimal yang kami miliki berusaha menjadikan program ini bangkit lagi dan menjadikannya rapot hijau. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik walau tidak semulus yang di bayangkan tapi kami mampu melewati – masa sulit kami.

Di tahun 2013 ini kami berharap apa yang sudah kami  lakukan dapat lebih meingkat lagi menjadi lebih baik. Program kami ini berguna untuk masyarakat dan orang banyak sehingga nantinya TB bisa dihentikan penularannya. Amin Ya Rabbal Alamin…


“Dimanapun kita mengabdi dan bekerja yang penting adalah apa yang kita lakukan dapat berguna dan bermanfaat untuk orang banyak”